Sukses

Anak Penjual Bakso Jadi Pegawai Kejaksaan Setelah Dua Kali Gagal Tes, Kisah Perjuangannya Bikin Terenyuh

Liputan6.com, Jakarta Ellyana Intan Ningtyas membantu ayahnya berjualan bakso keliling di Surabaya. Anak penjual bakso ini lolos seleksi CPNS di Kejaksaan karena tak pernah menyerah. Itulah prinsip Ellyana Intan Ningtyas, yang akhirnya lolos seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kejaksaan Agung (Kejagung) RI 2021.

Anak penjual bakso keliling di Kota Surabaya ini baru lolos sebagai pegawai Kejaksaan setelah dua kali gagal tes pada tahun sebelumnya. Bagi Elly, demikian Ellyana Intan Ningtyas biasa disapa, menjadi pegawai Kejaksaan merupakan cita-citanya sejak usia 11 tahun.

Tahun baru 2022 ini, cita-cita Ellyana baru terwujud. Ia diterima sebagai pengawal tahanan. Di formasi ini, ada 6.425 yang mendaftar. Ini berarti perjuangan Ellyana tidak mudah, karena harus bersaing dengan ribuan peserta CPNS di seluruh Indonesia.

"Setiap ada pembukaan saya daftar, biarpun tahun lalu gagal mungkin belum rejeki saya," ucap Ellyana.  Dari kegagalan itu, Elly selalu introspeksi untuk memperbaiki pada tes berikutnya.

"Setiap kegagalan saya introspeksi kekurangan saya dan berusaha lebih keras lagi untuk belajar. Apalagi teman saya yang anak juru parkir bernama Mike dan anak penjual kopi bernama Petir yang saat itu daftar bersama sama saya tahun 2020 sudah diterima terlebih dahulu sebagai PNS Kejaksaan RI," papar Elly.

"Hal tersebut juga menjadi motivasi saya untuk terus mencoba tanpa patah semangat. Alhamdulillah tahun ini Allah menakdirkan saya diterima sebagai CPNS Kejaksaan," lanjut gadis lulusan SMK ini.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

 

2 dari 3 halaman

Keluarga sempat pesimis

Elly juga menuturkan sebenarnya pihak keluarga sendiri sempat pesimis dengan cita-citanya untuk menjadi pegawai Kejaksaan. Terlebih keluarganya juga mendapatkan informasi simpang siur, kalau mau menjadi pegawai negeri harus punya koneksi dan dana agar bisa diterima menjadi pegawai Kejaksaan.

"Saya modal tekad dan niat. Saya bilang sama orang tua saya, biar saya sendiri yang coba, saya jalani cukup dengan doa, Insya Allah. Alhamdulillah, terkabul dengan doa orang tua," ungkap Elly.

Setiap harinya, Elly bekerja di salah satu tempat foto copy di daerah Waru Sidoarjo. Selepas bekerja, Elly membantu orang tuanya untuk mempersiapkan jualan bakso.

 

3 dari 3 halaman

Doa yang terkabul

Sang ayah, Tukiman mengungkapkan putrinya sudah lama bercita-cita menjadi pegawai Kejaksaan. Bahkan sejak usianya masih 11 tahun. Tukiman awalnya merasa tidak mampu mendukung keinginan anaknya untuk menjadi PNS Kejaksaan, karena ia hanyalah seorang pedagang kecil.

"Saya sudah berjualan bakso sekitar 23 tahun, keliling dorong gerobak dan mangkal pinggir jalan pindah-pindah," pungkas pria yang biasa dipanggil Jo Bakso ini.

Setiap harinya ia menjajakan bakso keliling menggunakan gerobak. Hingga kini pun ia cuma bisa mengontrak di hunian sederhana di daerah Wonocolo, belakang Jatim Expo. Tetapi karena tekad putrinya sangat kuat dan anaknya rajin, Tukiman hanya bisa mendoakan keinginan putrinya terkabul. Dan akhirnya doa tersebut pun terjawab.